Fakultas Bahasa dan Seni UNESA Ikuti Wawancara Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK oleh Kementerian PANRB, Perkuat Komitmen Mendukung SDGs
Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mengikuti Wawancara Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini merupakan tahapan lanjutan setelah proses Desk Evaluation dalam rangka penilaian pembangunan Zona Integritas di lingkungan FBS UNESA.
Wawancara dilakukan oleh Tim Evaluator Kementerian PANRB, yaitu Ibu Dianita Evo Nila Sari, S.E. dan Ibu Diyan Ahda Sahida, yang melakukan pendalaman terhadap implementasi enam area perubahan Reformasi Birokrasi, kualitas pelayanan publik, inovasi layanan, penguatan sistem pengawasan, serta dampak pembangunan Zona Integritas terhadap peningkatan tata kelola organisasi.
Kegiatan diawali dengan paparan selama 15 menit oleh Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNESA, Bapak Syafi’ul Anam Ph.D, yang menyampaikan berbagai capaian dan inovasi FBS dalam membangun budaya kerja yang profesional, akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pelayanan prima. Dalam presentasinya, Dekan memaparkan transformasi tata kelola fakultas melalui digitalisasi layanan akademik, implementasi manajemen risiko berbasis SMART, penguatan Sistem Pengendalian Intern (SPI), pengembangan inovasi pelayanan publik, serta keberhasilan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai wujud peningkatan kualitas kinerja institusi.
Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan wawancara, diskusi, dan pendalaman selama kurang lebih 1,5 jam. Tim evaluator menggali berbagai aspek implementasi Zona Integritas, mulai dari penguatan manajemen perubahan, penataan tata laksana, pengelolaan sumber daya manusia, penguatan akuntabilitas, pengawasan internal, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik. Selain itu, evaluator juga memberikan kesempatan kepada tim FBS untuk menjelaskan berbagai inovasi yang telah diimplementasikan sebagai upaya menciptakan pelayanan yang semakin efektif, efisien, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Dekan, menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas merupakan proses transformasi budaya organisasi yang harus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh sivitas akademika.
"Zona Integritas bukan sekadar target memperoleh predikat WBK, tetapi merupakan komitmen bersama untuk membangun tata kelola fakultas yang bersih, profesional, akuntabel, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan," ujar beliau.
Implementasi Zona Integritas di Fakultas Bahasa dan Seni juga selaras dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Peningkatan mutu layanan akademik dan penguatan kualitas pembelajaran berkontribusi terhadap SDG 4 (Quality Education). Penguatan tata kelola yang transparan, akuntabel, bebas dari korupsi, gratifikasi, dan benturan kepentingan mendukung pencapaian SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions). Sementara itu, pengembangan jejaring kerja sama dengan sekolah mitra, dunia usaha, dunia industri, lembaga budaya, serta perguruan tinggi dalam dan luar negeri menjadi kontribusi nyata FBS terhadap SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Berbagai inovasi yang telah dikembangkan, seperti digitalisasi pelayanan akademik melalui SIYAP 24, sistem aduan sarana dan prasarana melalui SIASAR, sistem pengaduan masyarakat melalui WBS, penguatan manajemen risiko melalui SIMARKO, budaya anti-gratifikasi, serta peningkatan kualitas pelayanan berbasis kebutuhan pengguna menjadi bukti nyata komitmen FBS dalam mewujudkan birokrasi yang modern dan berintegritas.
Melalui tahapan wawancara ini, Fakultas Bahasa dan Seni UNESA berharap seluruh inovasi, praktik baik, dan komitmen yang telah dibangun dapat menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang unggul, profesional, dan berintegritas. FBS juga berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan sehingga mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta berkontribusi nyata dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
UNESA Satu Langkah di Depan
FBS Kreatif
ZI FBS Batik Berseni
Bebas dari tindak Korupsi, Berani, Sederhana, Nyata, dan Penuh Integritas