RASI 2025: Ruang Aspirasi Mahasiswa Sastra Indonesia
Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, FBS, UNESA kembali menyelenggarakan kegiatan Ruang Aspirasi Sastra Indonesia (RASI) pada Jumat, 14 November 2025, di Gedung T8.02.07. Forum yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMASIND) ini menjadi wadah mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi terkait akademik, fasilitas, serta dinamika sosial kemahasiswaan secara langsung kepada pihak program studi.
RASI merupakan forum resmi dua kali setahun yang dibuat untuk menjembatani mahasiswa dengan Program Studi Sastra Indonesia. Melalui forum ini, mahasiswa dapat menyampaikan kritik, saran, dan kendala perkuliahan, sementara pihak prodi memberikan tanggapan, klarifikasi, serta rencana tindak lanjut.

sumber foto: arsip himasind
Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 14 November 2025, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai, bertempat di Gedung T8.02.07, Fakultas Bahasa dan Seni UNESA. Dihadiri oleh koordiantor Program Studi Drs. Parmin, M.Hum., dosen pembina kemahasiswaan Dr. Arif Susanto, S.S., M.Hum., pengurus HIMASIND 2025, serta delegasi mahasiswa dari seluruh angkatan.
Menurut Dr. Arif Susanto, S.S.,M.Hum., RASI merupakan ruang dialog krusial dalam pelayanan pendidikan. “Program studi perlu hadir sebagai penyedia layanan pendidikan yang langsung berhadapan dengan mahasiswa. Jika ada kekurangan atau perlu pembenahan, inilah ruang bertemu untuk menyampaikan hal tersebut. Jika mahasiswa butuh perlindungan, di sinilah mereka mengadu,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa dua pelaksanaan RASI dalam periode ini berjalan baik dan menghadirkan ruang aman bagi mahasiswa.“RASI harus terus diselenggarakan meskipun HMPS berganti periode," tambahnya.
Kegiatan Forum berlangsung interaktif. Panitia memulai kegiatan dengan memaparkan aduan yang masuk melalui Form Pengaduan Gradasi HIMASIND dan ditampilkan melalui presentasi. Setiap laporan kemudian ditanggapi langsung oleh pihak prodi.

sumber foto: arsip himasind
Ketua HIMASIND 2025, Ashlaha Nafsiya, menyampaikan: “Kegiatan ini penting sebagai ruang dengar pendapat yang membantu menampung keresahan mahasiswa, baik akademik maupun non-akademik. Mahasiswa bisa berpikir kritis dan peduli terhadap lingkungan prodi.”
Ia
menambahkan bahwa beberapa aduan terkait kinerja dosen mendapat respons
langsung dari Koordinator Prodi dan akan dibahas dalam rapat dosen. Fasilitas
yang rusak akan segera ditangani pihak prodi, sementara fasilitas yang berada
di luar wewenang prodi akan diteruskan ke fakultas.
“Hasil
lengkap forum aspirasi dapat diakses melalui notula yang akan disebar melalui
media sosial instagram @HIMASIND,” jelasnya.
Sementara itu, mahasiswa angkatan 2024, Tifani Safira Mayasari, menilai forum ini sangat membantu.“Semoga dari hasil aspirasi-aspirasi itu dapat berbuah pada suatu perubahan nyata dan bisa tercapai dengan baik. Saya yakin jika sudah ada kesadaran diri dari seluruh unsur di prodi maka akan menjadi pijakan untuk menciptakan lingkungan kuliah yang lebih nyaman,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan RASI 2025, Prodi Sastra Indonesia UNESA menunjukkan komitmennya untuk membangun komunikasi yang sehat dan transparan antara mahasiswa dan pengelola program studi. Forum ini diharapkan terus menjadi ruang strategis dalam membangun lingkungan akademik yang lebih baik, responsif, dan inklusif bagi seluruh mahasiswa.
Kalau Anda tertarik dengan berita kami, kunjungi fbs.unesa.ac.id atau s1sind.fbs.unesa.ac.id. Mari bergabung dan kembangkan literasi kritis Anda!
#SastraIndonesia #LiterasiKritis #UnesaFBS