Visiting Top Professor FBS Unesa: Masterclass Research Writing Perkuat Tradisi Akademik Mahasiswa Pascasarjana


Penulisan karya ilmiah merupakan bentuk praksis intelektual yang tidak hanya menuntut metodologis, tetapi juga kedalaman, ketajaman argumentasi, serta kepekaan terhadap konteks sosial dan budaya. Tradisi dalam bidang akademik bahasa dan sastra menempatkan tulisan ilmiah sebagai media utama dalam produksi dan diseminasi pengetahuan. Oleh karena itu, penguatan kompetensi Penulisan penelitian menjadi kebutuhan mendasar, khususnya bagi mahasiswa jenjang magister yang berada pada tahap pengembangan kapasitas penelitian yang lebih kompleks dan sistematis.
Sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan kapasitas akademik tersebut, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Visiting Top Professor: Masterclass in Research Writing for Master Students” pada Selasa, 14 April 2026, pukul 09.00–11.30 WIB. Kegiatan ini bertempat di Ruang Auditorium Lantai 4, Gedung T14 FBS Unesa dan diikuti oleh seluruh mahasiswa program magister (S2) di lingkungan FBS dari berbagai program studi kebahasaan dan kesastraan.
Kegiatan ini menghadirkan Jessie Barrot, seorang Profesor Penuh yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Penelitian dan Pengembangan di Universitas Nasional. Kehadirannya sebagai narasumber internasional menjadi bagian dari upaya strategi FBS dalam menghadirkan perspektif global ke dalam ruang-ruang akademik, sekaligus memberikan wawasan mahasiswa mengenai standar dan melakukan penulisan ilmiah di tingkat internasional.
Secara umum, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun karya ilmiah yang sistematis, argumentatif, dan sesuai dengan standar publikasi ilmiah yang bereputasi. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong tumbuhnya budaya akademik yang produktif, dimana mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen ilmu, tetapi juga menghasilkan pengetahuan melalui publikasi ilmiah yang berkualitas.
Sejak awal pelaksanaan, suasana kegiatan berlangsung dengan tertib, kondusif, dan penuh antusiasme. Para peserta menunjukkan perhatian yang tinggi terhadap materi yang disampaikan, yang terlihat dari keterlibatan aktif dalam sesi diskusi. Interaksi antara narasumber dan peserta berlangsung secara dialogis, menciptakan ruang pembelajaran yang tidak hanya bersifat satu arah, tetapi juga partisipatif dan reflektif.
Dalam sesi pemaparan materi, Prof. Jessie Barrot menguraikan secara komprehensif berbagai strategi dalam menghasilkan artikel ilmiah yang berkualitas. Ia memulai dengan menjelaskan pentingnya menemukan dan merumuskan ide penelitian yang relevan dan memiliki kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Menurutnya, pemilihan topik yang tepat menjadi fondasi utama dalam keseluruhan proses penulisan ilmiah.
Selanjutnya ia membahas struktur dasar artikel ilmiah, mulai dari pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi penelitian, hasil dan pembahasan, hingga kesimpulan. Setiap bagian dijelaskan secara rinci, termasuk fungsi, karakteristik, serta kesalahan umum yang sering dilakukan oleh penulis pemula. Penjelasan ini memberikan gambaran konkret kepada siswa mengenai standar penulisan yang diharapkan dalam publikasi ilmiah.
Tidak hanya berhenti pada aspek struktural, Prof. Barrot juga menekankan pentingnya kualitas argumentasi dalam tulisan ilmiah. Ia menegaskan bahwa sebuah artikel yang baik harus didukung oleh data yang valid, referensi yang kredibel, serta analisis yang mendalam. Dalam konteks ini, mahasiswa dituntut untuk mampu mengintegrasikan berbagai sumber secara kritis, bukan sekadar mengutip, tetapi juga mengolah dan mengembangkan gagasan secara mandiri.
Selain itu, ia juga membagikan pengalaman praktis terkait proses publikasi di jurnal bereputasi internasional. Mulai dari pemilihan jurnal yang sesuai, proses submission , hingga menghadapi peer review , dijelaskan secara sistematis dan aplikatif. Informasi ini menjadi sangat penting bagi mahasiswa magister yang tengah mempersiapkan publikasi sebagai bagian dari tuntutan akademik.
Sehubungan dengan perkembangan teknologi, Prof. Barrot juga menyampaikan peran kecerdasan buatan dalam mendukung proses penulisan ilmiah. Ia menjelaskan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk membantu proses pencarian referensi, penyusunan ide, hingga penyuntingan bahasa. Namun demikian, ia kembali menekankan bahwa penggunaan teknologi harus tetap berada dalam koridor etika akademik, dengan menjunjung tinggi prinsip kejujuran dan orisinalitas.
Suasana seminar semakin hidup ketika memasuki sesi tanya jawab. Para peserta secara aktif mengajukan pertanyaan yang mencerminkan berbagai persoalan nyata dalam proses penulisan ilmiah, seperti kesulitan dalam menentukan fokus penelitian, kendala dalam mengembangkan argumen, hingga tantangan dalam menembus jurnal bereputasi. Diskusi yang berlangsung menunjukkan perlunya kuat terhadap pendampingan dan penguatan kompetensi dalam bidang penulisan penelitian .
Kegiatan ini memiliki relevansi yang tinggi bagi mahasiswa di bidang bahasa dan sastra, termasuk Sastra Indonesia, yang selama ini menempatkan teks sebagai objek kajian utama. Kemampuan menulis sarana ilmiah menjadi penting dalam mengartikulasikan hasil analisis terhadap teks, baik dalam bentuk kajian struktural, wacana, maupun pendekatan interdisipliner lainnya. Dengan demikian, penguatan kompetensi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi di bidang humaniora.
Lebih jauh lagi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya institusi dalam membangun ekosistem akademik yang berorientasi global. Melalui kehadiran sumber daya internasional, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga memahami standar dan ekspektasi akademik di tingkat internasional. Hal ini penting dalam mempersiapkan mahasiswa untuk berkontribusi dalam komunitas ilmiah global.
Melalui penyelenggaraan Masterclass in Research Writing ini, FBS Unesa kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, khususnya dalam aspek penelitian dan publikasi ilmiah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi mahasiswa untuk lebih aktif, produktif, dan percaya diri dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.
Pada akhirnya, sinergi antara penguatan kompetensi individu, dukungan institusi, serta keterbukaan terhadap perspektif global diharapkan mampu melahirkan generasi akademisi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional.
Penulis: Qori Zimama Haq